Day 1 - Asia Student Summit 2016

01.34

Jakarta, Agustus 2016
Pagi itu pukul 05.30 saya terbangun dari alarm handphone saya di sebuah hotel yang cukup mewah dalam kompleks Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta. Pukul 08.30 saya akan melakukan penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti sebuah program Asia Student Summit 2016 yang diadakan oleh Indonesia Youth Leader Alliance dimana forum ini masih merupakan satu naungan Youth Excursion dan PPI Indonesia. Saya sangat bersemangat sekali hari itu karena penerbangan ini akan menjadi salah satu penerbangan solo saya pertama kalinya. Sebenarnya saya tidak sendiri, saya berangkat dari Surabaya ke Jakarta sehari sebelumnya bersama Grace teman yang baru saja saya kenal.
Setelah selesai mandi dan berkemas, saya dan Grace segera menuju Terminal 2F untuk melakukan check in. Hari itu, di Terminal 2 untuk keberangkatan internasional terjadi switch-moving untuk maskapai Airasia karena Bandara Soekarno-Hatta digenangi air akibat hujan lebat yang mengguyur Jakarta beberapa hari ini. Sempat kebingungan karena adanya kesalahan Gate, kami akhirnya berhasil menemukan Gate yang sesuai dengan nomor penerbangan kami. Ternyata didepan Gate kami  bertemu dengan rekan-rekan yang akan mengikuti program Summit ini dengan penerbangan yang sama. Hari itu saya bertemu Alvin, Mutia, Risni dan Almira. Almira akan menjadi roommate saya nantinya, kami juga sudah saling berkomunikasi melalui Whatsapp sebelumnya.
Tidak lama kemudian, pintu Gate dibuka dan kami satu persatu masuk ke dalam pesawat. Kami disambut oleh pramugari dan pramugara dengan logat Melayu yang khas. Saya sangat excited sekali, segera saya letakkan koper kecil dan tas ransel saya ke dalam kabin dan segera duduk di-seat saya. Kebetulan saya duduk tepat disamping jendela dan penerbangan yang akan saya lalui adalah penerbangan pagi, sehingga saya bisa leluasa melihat pemandangan dari atas pesawat.
Dua setengah jam perjalanan sudah berlalu, saya berhasil mendarat di Bandara Kuala Lumpur (KLIA 2), Malaysia dengan selamat. Bersama teman-teman yang bergabung dalam acara ini, kami bersama-sama menuju imigrasi dan segera menuju pintu keluar untuk mencari panitia yang menjemput kami. Dengan banner Asia Student Summit 2016, seseorang dengan bangganya mengangkat banner tersebut dengan pakaian Youth Excursion berwarna biru muda yang eye-catching sehingga kami dapat secara langsung mengenali Ramlan, Liaison Officer kami yang akan mengantar sampai hotel dan mengarahkan kami hingga acara ini selesai. Kami segera menuju lokasi bus shuffle dan bergegas menuju Hotel Sentral.
Sesampainya di KL Sentral, kami bersama-sama berjalan menuju hotel yang lokasinya tepat berada di belakang KL Setral. Saya dan Almira melakukan check in dan mendapat nomor kamar 1104 yang terletak di lantai 11. Pada awalnya, saya berekspektasi bahwa hotel yang akan saya tempati adalah sejenis hotel melati atau bahkan hostel seperti hotel murah di Singapura yang beberapa waktu lalu saya kunjungi. Namun ekspektasi tersebut bahkan jauh diluar pemikiran saya. Hotel yang akan saya tempati satu minggu kedepan adalah hotel bintang 3 dengan view kota Kuala Lumpur dan segala pemandangan indahnya. Saya sangat bersemangat sekali dan tidak henti-hentinya berteriak didalam kamar, hal tersebut membuat Almira tertawa terbahak-bahak. Sebagai teman yang baru saja kenal, saya dan Almira cepat sekali akrab meskipun Almira lebih muda satu tahun dibawah saya, namun kami sudah seperti teman lama. Setelah kami meletakkan koper dan ransel, segera kami bergegas mandi dan bersiap untuk jalan-jalan. Saya, Almira dan Alvin keluar dari hotel kemudian berjalan-jalan untuk sekedar berfoto atau melihat-lihat. Lokasi kami dekat dengan Brickfields atau Little India, sehingga banyak sekali orang-orang india berlalu lalang disekitar hotel. Setelah puas berjalan-jalan, kami kembali ke hotel untuk persiapan welcoming party pukul 18.00 waktu setempat. Sekali lagi, hal ini tidak terduga. Pada awalnya saya berfikir bahwa kami akan dikumpulkan dalam suatu aula atau ballroom yang formal, dengan speakers dan suasana yang serius, but it didn’t. We went to one of the luxury restaurant in NU Mall and they gathered us to have dinner! Tidak ada suasana yang tegang dan formal, kami semua sangat mudah akrab. Apalagi panitia mengadakan ice breaking session yang membuat suasana semakin hangat. Masing-masing dari kami dikumpulkan dalam suatu team, saya termasuk dalam Petronas Team. Satu setengah jam berlalu, acara tersebut akhirnya berakhir. Kami kembali ke hotel untuk beristirahat dan persiapan agenda hari selanjutnya.
Sebelum kami beristirahat hari itu, saya berkata pada Almira, “Mir, this would be our excited memories in life ever! Particularly, one week ahead!”. Almira tertawa dan mengangguk, kemudian saya menutup mata dan sesekali tersenyum melihat view Kuala Lumpur dengan lampu-lampu redupnya dan jalanan yang sudah agak lengang ditelan malam melalui jendela.


Kuala Lumpur view from my window room :)


You Might Also Like

2 komentar

  1. Biaya nya ditanggunh sendiri apa dibiayai pihak penyelenggara?

    BalasHapus
  2. Hallo kak. ada eamil/wechat yang bisa dihubungi? terima kasih

    BalasHapus

Like us on Facebook

Flickr Images